SUARAMAHASISWA.INFO  |  NAKAL.TAJAM.MENGGELITIK

Lomba KTI Teknik Industri Unisba

 

foto deadline

Teks Oleh: Ghaisani Maulina

Foto oleh: Intan Rohmayanti

Bandung (22/12). Fakultas Teknik Industri Unisba mengadakan lomba karya tulis ilmiah yang bertemakan “Peranan Generasi Muda Dalam Pembangunan Industri Masa Depan”. Semua peserta berasal dari berbagai SMA, SMK dan MA yang berada di Jawa Barat. Pada awalnya diikuti oleh 30 peserta yang kemudian disaring menjadi 22 peserta.

 Lomba ini diadakan untuk mempersiapkan para generasi muda yang memiliki pengetahuan, inovatif, kreatif, dan kritis terhadap lingkungan dan teknologi. Selain itu, lomba KTI ini sebagai ajang promosi Fakultas Teknik Industri Unisba.

“lomba karya tulis ilmiah ini sangatlah seru dan menyenangkan. Saya harap lomba seperti ini terus diadakan setiap tahunnya.” Ujar Iis Saidah, salah satu peserta asal SMA Negeri 11 Garut ini.  

Selain mengumpulkan karya tulis, para peserta harus mempersentasikan hasilnya di depan para juri dan audiens. Salah satunya adalah Ian Orgianus, salah satu juri ini mengatakan bahwa karya tulis para peserta bagus. Walaupun ide-idenya tidak semuanya baru.

“semua hasil karya tulisnya bagus, semoga para peserta dapat terus berkarya dan tidak putus asa jika para pemerintah Indonesia kurang bisa menghargai hasil karya anak bangsa” ucap pria berkacamata itu.

Mahasiswa Bandung Bentrok

 

 Aksi demonstrasi mahasiswa Bandung bentrok dengan aparat kepolisian di Gedung Sate, Bandung, Kamis (20/10). Lima orang jadi korban. Bentrokan ini terjadi ketika mahasiswa berusaha masuk ke dalam Gedung Sate yang dijaga oleh pihak jajaran Polwiltabes Bandung.

“Sewaktu massa aksi sedang berusaha masuk ke dalam Gedung Sate, entah kenapa polisi melepaskan tembakan water canon dan memukuli mahasiswa,” kata Bayu Apka Putra, Presiden Mahasiswa Unisba.

Saat melihat kejadian itu massa aksi menjadi emosi. Bentrokan tak bisa dihindari lagi. Tidak tanggung-tanggung 5 mahasiswa menjadi korban. Ada yang cedera dan pingsan.

Salah satu korban, bernama Rizky yang berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba mengaku dirinya diinjak oleh polisi saat terjatuh.

Jefri selaku koordinator aksi sangat menyayangkan sikap arogansi aparat. Ia menyayangkan aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa Bandung akhirnya dinodai dengan bentrokan. “Sebagai koordinator aksi saya bertanggung jawab atas terjadinya insiden yang menyebabkan beberapa rekannya cedera.”

Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Bandung Menggugat (AMBM) menuntut rezim SBY-Boediono mundur dari jabatan presiden dan wakil presiden.

SBY-Boediono dinilai gagal dalam menciptakan politik yang bersih dari kepentingan kelompok, gagal mewujudkan pendidikan yang murah, gagal menciptakan kesehatan gratis, gagal menciptakan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, gagal mempertahankan kedaulatan NKRI, dan gagal menciptakan perdamaian atas konflik horizontal. [] (Dimas Satriya/SM)

SUARA GEMURUH PERTAMA DARI PERUT MERAPI

 

Oleh: Hifdzur Rashif Rija’i

Sleman (4/11), Suara gemuruh yang belum pernah terjadi  dikeluarkan dari perut Merapi hingga radius 17 km. Disusul dengan erupsi gunung pada sore hari pukul 15.50 WIB yang diiringi dengan derasnya hujan. Masyakarat sekitar Pakem belum terbiasa, ini membuat aktivitas  tidak berjalan seperti biasa. Hampir semua aktivitas masyarakat  terhenti. Mereka berinisiatif pergi dari kediamannya menuju ke selatan  untuk mendapatkan tempat yang lebih aman

“Suara gemuruh ini belum pernah terjadi selepas Merapi meletus 26 Oktober lalu,Ini adalah kekuatan Merapi yang sebenarnya” kata relawan dari Universitas Gajah Mada.

“Kemungkinan area aman radius 15 km akan diperlebar ke 20 km, untuk mengantisipasi terjadi letusan kembali agar tidak terdapat korban lagi” kata Kepala Posko Bantuan Utama desa Pakem.Sleman

Gemuruh dari merapi ini terjadi akibat aktivitas yang selalu meningkat. Penanggulan saat itu adalah mendatangkan beberapa truk aparat untuk memindahkan para pengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berbeda dengan di Magelang akibat hujan deras lahar dingin yang dikeluarkan Merapi tercampur dengan aliran sungai yang sangat deras. Membuat para pengungsi panik hingga petugas dan relawan yang lain kelabakan.

Menurut pengamatan Pusat Vulkanologi, aktivitas merapi belum bisa dipastikan akibat tertutup awan tebal. Oleh karena itu apa yang akan terjadi belum bisa dipredikisi.

KA BANDUNG SEUBEUH, KA UNISBA NGAGALEUH…

 

Lapangan volly Unisba tempat berlangsungnya Bandung City Of Food,Senin (07/06)

Senin (07/06) Unisba nampak berbeda. Para mahasiswa dengan stelan kaos putih dibalut dengan bawahan bernuansa batik, sibuk mempersiapkan sesuatu. Mereka merupakan mahasiswa kreatif kelas C Public Relations angkatan 2007. Tujuan mereka adalah tempat dengan dua puluh deretan stand berjejer yang didalamnya terdapat panggung kecil. Lapangan volley yang sepi, seketika berubah menjadi pusat keramaian di senin itu, Adalah “Bandung City Of Food”, sebuah tema dari bazaar makanan tradisional Bandung.

Ketika masuk ke dalam bazaar area, pengunjung disambut dengan 35 jenis makanan dan jajanan khas Bandung yang dijejerkan di atas 20 stand yang tersedia, mata pengunung di manjakan dengan aneka makanan itu. Pengunjung seolah dipaksa untuk membeli salah satu dari jajanan yang di pamerkan, ditambah dengan tawaran-tawaran dari panitia di setiap stand. Semakin membuat pengunjung tergoda untuk membeli dan mencicipi salah satu dari jajanan disana, apalagi melihat jajanan yang disediakan merupakan jajanan favorit di Bandung.

Otak-otak, Cireng, Colenak, Pisang Ijo, menjadi bagian dari jajanan khas yang disediakan. Jajanan tradisional favorit di Bandung, dengan mengeluarkan uang tidak lebih dari Rp.14.000 kita akan mendapat kenikmatan rasa dari aneka macam jajanan yang disediakan. “Bagus, sering-sering aja acara kayak gini” begitulah ucap Imay Mahasiswa PR 2007.

Tidak hanya itu, suasana semakin asik karena pengunjung kembali di manjakan denganlive accoustic dari Cassavana, Klanery, Munu’u dan beberapa pengisi acara lainnya. Dari jam 10.00 WIB ketika acara mulai di buka, sampai sore tadi pengunjung masih terlihat memadati bazaar. “Respon sendiri bagus ya, dari pagi rame, terus sampe sore juga anak-anak masih ngisi acara, sampe Rektor Unisba juga datang, kaget banget, tapi alhamdulillah ya” Tutur teteh berambut panjang sang wakil ketua pelaksana, Mariana Hanaya Mahasiswi PR 2007.

Sub-kultur di Kampus Islam

 

Teks oleh: Kirizki Setiana

Foto Oleh: Ganjar Fachrudin

Sorak sorai dan dentuman irama khas musik hardcore membahana di Pelataran Akuarium Unisba pada Sabtu (07/08). “Optimistic and Unite through The Music #3” menjadi tema yang diusung pada pesta musik kali ini.  Tidak kurang dari dua puluh band yang tampil pada acara ini, diantaranya yaitu Hitcock, Voos, Stand Free, Mawar Berduri, Arogan, Kick it Out, BFDF, Dickkids, Strength Hatred, Total Kontra, Absolute Zero, Day After Hard, Cocktail, Lainegri Sampah, Inquisisi, Front Out, Kingkong Hardcore, Borna Disaster, Comedian Hideclown dan Strongstand.  Selain band beraliran hardcore acara musik ini di warnai juga oleh penampilan dariKarinding Militan.

“Ingin mempererat angkatan 2008 dan ingin menyediakan wadah bagi musik underground, punk, dan hardcore” begitu ungkap Moch Yazra selaku seksi acara ketika ditanya alasan membuat acara ini.

Pesta musik yang dipelopori oleh Keluarga Tangga Masjid, Stuba dan KMJ ini dinilai cukup sukses. Hal tersebut dapat terlihat dengan banyaknya penonton yang datang. “ saya penasaran ingin menonton acara ini, kebetulan gigs-gigs semacam ini agak jarang akhir-akhir ini” tutur Azis Mutaqin, mahasiswa komunikasi Unikom.

Karinding Militan

Acara musik semacam ini pasti langsung diburu oleh penikmatnya, apalagi mengingat bahwa gendre musik hardcore merupakan sub-kultur yang berarti tidak semua orang menyukai musik semacam ini. Tak heran kalau penggila musik hardcore berbondong-bondong datang ke kampus yang berbau islam ini untuk menonton pesta musik ini. Acara ini ditutup oleh penampilan spektakuler dari Hitcock yang membuat pelataran akuarium dibanjiri oleh fogo dance. So…don’t stop playing the music guys.

Page 1 of 18

Copyright © 2011

Suara Mahasiswa

Universitas Islam Bandung

Find Us