SUARAMAHASISWA.INFO  |  NAKAL.TAJAM.MENGGELITIK

Sampah-sampah Unisba

DSCN1927

Oleh : Ita Maryane 


BANDUNG-Jumat (06/01) Sebuah truk sampah sedang mengangkut sampah dari
bak pembuangan yang berada di depan kampus Unisba). Tampak dalam bak sampah tersebut sampah organik (mudah membusuk) dan anorganik (tidak mudah membusuk) disatukan ,
padahal Unisba sendiri sudah menyediakan tong sampah yang berbeda
untuk pemisahan sampah , yaitu : tempat sampah organik , anorganik dan sampah berbahaya (jarum,tinta dll).

Anisa Nurul, mahasiswa Fikom Unisba juga mengungkapkan kekecewaannya
mengenai apa gunanya jika sampah yang sudah dipisah malah disatukan
kembali dan berharap semoga kedepannya kejadian seperti itu tak
terulang lagi. Ketika ditanya mengenai bau tidak sedap “pastinya
sangat terganggu karena setiap hari menghirup bau tersebut“ tambahnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Sasti, mahasiwa Psikologi Unisba 2010
“lingkungan hidup unisba sangat memprihatinkan karena banyak sampah
dimana-mana, pemisahan tempat sampah organik dan anorganik juga
membantu tapi apa gunanya kalau sampah yang udah di pisah di campur
lagi”.

Ketika hal tersebut ditanyakan pada Dedeng, bagian urusan rumah
tangga Unisba, menyatakan bahwa walaupun sampah organik dan sampah
anorganik di satukan dalam bak sampah tetapi jika sudah sampai di
TPA(Tempah Pembuangan Akhir) sampah-sampah tersebut akan di proses
ulang memakai mesin. Sampah-sampah dari bak sampah di depan kampus
unisba akan di kirim ke TPA sari putih desa mandala sari Padalarang.

Ketika hal ini dikonfirmasi pada aktivis lingkungan sekaligus guru
biologi dan PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) SMA Negeri 18 Bandung,
Pipih Elsa,S.pd. Beliau menjelaskan bahwa sampah organik dan sampah
anorganik bila disatukan akan cepat membusuk dan menjadi sarang
penyakit. “hal itu jangan sampai dibiarin, karena pernah ada kasus
kaya di TPA cimahi yang meledak karena sampah organik dan anorganik
dibiarkan mengunduk” tambahnya. Ketika disinggung mengenai bahaya
sampah tersebut terhadap lingkungan sekitar. Pipih Elsa menjelaskan
dengan rinci bahwa sampah yang di campur tersebut akan menimbulkan
Karbon dioksida dan Sulfur dioksida yang mengakibatkan
gangguan pada paru-paru dan juga bila hal tersebut dibiarkan terlalu
lama maka zat-zat seperti H²0 (air) + CO² (karbon dioksida) + O²
(Oksigen) = H²SO4 (asam sulfat) dan akan timbul hujan asam yang jika
sudah tercemar dengan polusi akan mengakibatkan membahayakan dan
merusak kesehatan manusia. Pipih Elsa juga menambahkan solusi yang tepat yaitu sampah organik di olah menjadi pupuk dan sampah anorganik di daur ulang atau dipakai ulang.

Copyright © 2011

Suara Mahasiswa

Universitas Islam Bandung

Find Us