SUARAMAHASISWA.INFO  |  NAKAL.TAJAM.MENGGELITIK

From The Radio Dept Concert , Jakarta, 23th April 2011

Author Suara Mahasiswa
Sun 6 Nov 11
/ 10
N/A

 


Oleh : Nurul Rafiqua


 “we expect heaven's on fire, but it turned out to be ‘we're not really on fire’ “

langit Jakarta cukup bersinar terang sore itu, menambah semangat saya ketika tengah menanti venue konser dibuka. Sudah cukup lama rasanya sejak konser pertama mereka di Bandung 26 April 2008 lalu, hampir 3 tahun lamanya. Jadi, ketika saya menanti menit demi menitnya, saya sudah ingin mencuri jam pasir milik Hermione, dan memutar waktu lebih cepat agar bisa menikmati Band Swedia favorit saya, The Radio Dept , saat itu juga, secara live J

Tapi, tentu saja tidak ada jam pasir apapun, saya hanya dapat bersabar sembari melihat-lihat venue konser yang dari kesan pertamanya cukup unik, nama tempatnya Potato Head. Konsep tempatnya pun cukup Unik, memadukan sisi klasik dari jendela usang dan mural bertemakan luar angkasa. Yang jelas, saya beranggapan mungkin tempat ini selain unik juga ajaib, karena tempatnya cukup kecil (bahkan sangat kecil) untuk menampung 800 orang, sesuai total tiket yang dijual terbatas untuk konser kali ini. Konsep gig Radio Dept kali ini memang “intimate concert” yang memungkinkan para personel Radio Dept dapat berada dan berinteraksi sedekat mungkin dengan para penggemarnya malam itu. Lansir Ashram  selaku Promotor Konser. Jadi mungkin tempat ‘ajaib’ itu dapat memenuhi syarat “intimate concert” kali ini.

Tak lama setelahnya, Malam pun mulai menyapa Sudirman Central Business District yang bagi saya tampak seperti Metropolis, hanya kurang Superman yang sedang melayang. Berharap waktu melayang lebih cepat, akhirnya doa saya terkabul juga, tepat jam 9 gate venue dibuka, para penonton mulai memasuki si ‘Kepala Kentang’ , tak perlu waktu lama, suasana sudah memanas – harafiah. Kami sempat kepanasan, mengingat ternyata lebih dari 800 orang yang datang, dan  ternyata potato head tidak begitu menunjukkan keajaibannya, penonton berdesakkan di dalam ruangan yang berbentuk lorong memanjang tersebut.

Dari memanas, menjadi dipanggang ketika pihak Ashram belum mempersilahkan satu pun artis yang dijanjikan untuk menghibur penonton malam itu main di stage, sudah lewat satu jam dari jadwal, kami pun siap jadi kentang tumbuk. Terlihat banyak dari penonton yang keluar untuk mencari udara segar Sudirman, lalu menit berselang, Sajama Cut sebagai Opening Act gig kali ini pun mulai melantunkan lagu-lagu andalannya. Kali ini, mereka bermain cukup seru membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka “Manimal”. Tetapi untuk ukuran opening act menurut saya mereka agak terlalu lama dalam membuka acara.

Penonton kali ini mulai resah, karena waktu telah menunjukkan pukul 23.30 dan persiapan panggung untuk Radio Dept masih tampak belum beres, barulah sekitar jam 23.45, lagu Domestic scene  mulai mengalun dari para personil Radio Dept, membuat sebagian penonton mulai histeris. Tetapi bagi beberapa penonton seperti Tina, tiga orang personil Radio dept itu sama sekali tak terlihat, padahal mereka hanya berjarak 3 meter dari stage “ aneh banget ini promotornya , stagenya dibuat sejajar sama penonton, yah jelas kita ga bisa liat lah” Ungkap Tina Kesal. Memang tampak dilematis stage yang dibuat pihak promotor tersebut, jika stage dinaikkan, maka stage akan terhalang jembatan yang melintang di tengah-tengah bangunan Potato Head.

Sejenak kami semua tampak melupakan Panas, keterlambatan acara, atau venue yang sempit ketika Lead Vocalist , Johan Ducanson membawakan lagu This Time Around, The New Improved Hypocrisy dan Keen On Boys dengan sangat apik. Barulah ketika memasuki lagu ke-5 sapuan gitar Martin Carlberg tampak tak seimbang dengan vokal Johan Ducanson, penonton pun kembali ricuh ketika mencium sound yang terdengar kurang baik. Sempat setelah memainkan lagu ke-7 mereka Lost and Found , Johan, sempat berkata “more vocal please” ke arah mixer .

Namun setelah teriakan dari penonton dan request dari sang vokalis pun, sound tetap terdengar buruk, padahal seharusnya “intimacy” bisa tercapai ketika lagu I wanted you to feel the same dimainkan band yang dibentuk tahun 1995 tersebut. “iya, gue sempetlah merinding pas denger I wanted you to feel the same, lagunya bikin menerawang, tapi sayang soundnya kurang banget.” Keluh Reza, salah satu fans Radio Dept yang yang datang malam itu.

Yah, cukuplah kami merasa kecewa malam itu akan penyelenggaraan yang tampaknya kurang siap, tapi Band yang mengusung aliran electronic-shoegaze-dreampop ini tetap tampil memesona, dan membuat penonton merasa dekat dengan sapaan-sapaan ringan Johan dan Martin kala pergantian lagu, prolog sebelum lagu dimulai, seperti sebelum lagu Freddie and The Trojan Horse dan ucapan “thank you” tiap kali lagu habis dimainkan. Tak terasa setelah 14 lagu dimainkan, Johan meninggalkan kedua temannya di stage ketika lagu Closing scene tampak memenuhi seluruh ruangan Restoran itu. Beberapa menit kemudian Martin menyusul Johan dan meninggalkan Daniel Tjäder (Keyboards & Synth) sendirian di panggung. Tapi seakan tak mau ditinggal sendiri Daniel pun mengikuti jejak kedua temannya. Kini panggung kosong, kami menanti babak selanjutnya.

Tanpa dikomando, penonton mulai meneriakan dialog encore “we want more!” berulang-ulang, setelah sekitar 10 menit kami dibiarkan bergeming, para personil yang ditunggu itu mulai bermunculan kembali, dan memainkan encore Why Won’t You Talk About It? . Penonton pun kembali bersemangat. setelah lagu tersebut khatam dimainkan, Johan, Martin dan Daniel pun mengucapkan terima kasih pada penonton dan berlalu dari panggung. Meninggalkan fans-fans mereka yang masih ingin ada lagu tambahan lainnya.

Sesudahnya Midnight Savari and Nyemee kembali meriahkan malam itu sebagai performer -after party. Rangkaian acara yang cukup spekta memang, tapi tidak cukup membuat para penggemar Radio Dept senang, Tinggalah Ashram yang sibuk meminta maaf atas banyaknya kekurangan malam itu. “ We are really sorry for this. We hope to learn from this and plan better events in the future.” Ujar Kharan, Creator Ashram.

Ya, semoga saja semuanya menjadi lebih baik di kemudian hari, dan untuk The Radio Dept , one word for you all,  Awesome! . Semoga Mereka bersedia untuk kembali menikmati langit malam Indonesia.

Only registered users may post a comment.

Reviewed using Simple Review

Copyright © 2011

Suara Mahasiswa

Universitas Islam Bandung

Find Us